Halo!
Saya baru ingat, (yap, baru ingat!) kalau saya sempat bikin blog baru dengan akun google yang ini tahun 2014 lalu. Hahaha.. sibuknya hidup saya 2 tahun ini *lebay* bikin saya tidak sempat menulis lagi selama 2 tahun. Saya malah sempat bertekad untuk ngga nulis diary lagi (karena sempat kebaca nyokap!), tapi ternyata saya ngga tahan, hahaha.. saya termasuk orang yang perlu melampiaskan kemampuan literal, jadi daripada ngoceh pakai mulut dan suara saya yang cempreng, mending ditulis aja deh, hehehe :)
Well, thank God, April 2016 yang lalu akhirnya saya berhasil lulus kuliah walau dengan proses yang terseok-seok.. hahaha thank God! Sedih memang kalo ingat-ingat jaman kuliah yang seolah endless tapi menyenangkan, dan melangkah ke fase kerja yang menantang. Well, syukurlah saya bisa lulus dan setelah bekerja, bisa merasa lebih independen dan ngga usah tadah tangan ke mama.. yuhuuu!
*tentang proses skripsi dan wisuda mungkin saya tulis di berikutnya ya*
Pasca April 2016, pasca lulus, saya merasa hidup saya berubah 180 derajat.
Pertama, saya harus buang ego jauh-jauh..
buang ego yang tadinya masih berlabel mahasiswa dari kampus yang katanya susah masuk susah keluarnya di Bandung.. I have to set down that pride, because fresh-graduates still have nothing to expect. Belajar jadi rendah hati, dan prioritaskan pencarian pengalaman dulu ketimbang pencarian pundi-pundi.
Being independent dan stop 'tadah tangan', that's my main goal for now. Rasanya ngga enak dan ngga tega kalau masih minta ke mama-papa yang udah umur 60an :')
Kedua, mulai banjir pertanyaan bertajuk "kapan?"
Hahaha you know lah, apalagi saya cewek, hahaha...
Hampir semua penjuru mulai nanyain, sampe kadang capek juga dengernya, hahha..*sabar sha*
dulu waktu jaman cinta monyet dicegah pacaran, eh sekarang malah ditagih.. gile, hidup berubah banget dalam kurun waktu 6 tahun! Bokap nyokap yang dulunya ngawasin waktu pacaran sama mantan (ups), sekarang pacar saya malah ikut ditanyain. Hadoh! Hahahaha..
Ketiga, all in my mind is all about wedding...marriage,..family..
Hmm, ini yang paling ngga saya duga! Saya adalah tipe orang yang woles, mau cepat atau ngga mah bodo amat. Tapi nyatanya, saya malah mikir kearah situ! Bahkan obrolan dengan the girls saya dari semua generasi sekolah (the girls di SMP, SMA, dan universitas) pun topiknya pasti kearah situ. Ngga cuma the girls, sahabat saya yang cowok (sebut saya "the bros") juga kalo pas ngobrol sama saya mulai nyerempet.. aih.. ya memang sih, saya termasuk tipe netral (not so feminine, not so masculine) jadi bisa gaul sama cewek dan cowok secara netral. Tapi kok ya..obrolannya itu melulu? Hahaha.. ada apa guys? :D
Keempat, the returning memories..
Ya, jaman saya kuliah bisa dibilang adalah yang paling menyenangkan sekaligus yang paling susah. Menyenangkan karena banyak pengalaman baru dan teman yang amat baik, tapi sekaligus susah karena rasanya segala realita hidup yang sebelumnya disembunyikan orang tua saya mulai terkuak satu per satu.
Banyak kenangan akan hal-hal tersebut yang sering muncul di pikiran..ada yang disesalkan, tapi ada juga yang bisa dibanggakan karena ternyata saya bisa sekuat itu :') *jadi mewek
Mungkin Yang Diatas mengabulkan doa saya untuk bisa ngekos dan mandiri selama kuliah, agar saya belajar., Karena kalau dirumah, apalagi saya anak tunggal, tentu saya selalu 'dibatasi' dan pada akhirnya lupa akan realita diluar.
Sejak ngekos pun rasanya intuisi jadi lebih terasah; memilih antara pilihan-pilihan, mana yang baik dan mana yang sekiranya tidak., dan belajar untuk menentukan keputusan sendiri. Hasilnya, saya tidak begitu kaget dengan dunia kerja, namun disisi lain merasa terkurung lagi karena kembali ke rumah.. hahaha
Well sekarang ini sementara harus fokus kerja dulu untuk timba pengalaman dan ada tabungan. I do love my job now, tapi rasanya jika diberi kesempatan, mungkin tahun depan saya akan coba lagi :)
Post-graduation is a hard time, tapi dibawa senang aja. Intinya, tahun pertama harus buang ego mahasiswa karena dunia kerja ngga memandang kita dari kampus mana. Tetap ada pertimbangan, tapi tetap diutamakan etos kerja dan kemampuan kita :)
Fokuskan diri untuk timba ilmu dan pengalaman, karena gaji UMR pun masih sangat bisa ditabung :)
Untuk sesama fresh-graduates, tetap semangat guys! Selamat gabung ke dunia kerja bagi yang kerja, dan selamat belajar lagi bagi yang lanjut studi..
God bless you and keep you always!
tasha's chronicle
Monday, December 26, 2016
Tuesday, May 20, 2014
Lulus?
Topik yang jadi trending topic hari ini adalah seputar kelulusan SMA. Ya..sebuah momen yang bisa dibilang bersejarah, karena lulus SMA cuma sekali seumur hidup, dan yang pasti membahagiakan karena berarti yang lulus masuk ke ranah kehidupan yang lebih tinggi, dan lebih mapan lagi, baik yang langsung bekerja maupun yang melanjutkan ke Perguruan Tinggi.
Pada liputan kelulusan, ada yang berbahagia karena lulus, ada juga yang sedih karena tidak lulus.
Namun demikian, saya heran pada sikap mereka yang lulus. Berikut adalah model-model selebrasi kelulusan ala Indonesia:
1. Tawuran
Momen yang dialami adalah kebahagiaan, sedangkan tawuran identik dengan pelampiasan kemarahan . Jadi? Mengapa memilih tawuran? Padahal bila sudah lulus lalu tawuran, lalu kena lemparan batu dan masuk rumah sakit atau yang paling bahaya adalah (maaf) meninggal, untuk apa?
2. Coret-coret Seragam
Di luar sana masih banyak siswa-siswi yang tidak punya seragam, bahkan ada diantara mereka yang diolok-olok temannya karena tidak punya seragam sekolah.
Sedangkan yang di tempat lainnya? Kok ya enak-enak saja coret-coret seragam? Pada salah satu liputan, bahkan ada seorang lulusan SMA (lulusan lho!) yang berkata:
"DARIPADA KAMI TAWURAN, LEBIH BAIK KAMI CORET SERAGAM!! SETUJU?!" soraknya bagai provokator.
Pernyataan tersebut menurut saya merupakan mentalitas (maaf) pengecut; mencari pembenaran padahal tahu yang dilakukan adalah salah.
Kan bisa seragamnya disumbangkan pada yang butuh.
3. Vandalisme
Vandalisme merupakan salah satu fenomena ketika orang ingin berekspresi, tapi dilarang-larang oleh yang tidak mencintai seni, sehingga hasrat berkarya berubah menjadi keputusasaan yang tidak terkendali. Mungkin dunia seni tidak dihargai di Indonesia (padahal setiap budaya mengagungkan keseniannya, tapi melarang-larang yang ingin berkiprah dalam bidang seni)
Saya jadi kepikiran..saat pengumuman kelulusan, sebaiknya dibuat satu booth atau papan khusus untuk coret-coret agar siswa puas da tidak mencoret yang lain, hahahaha...
Menurut saya ketiga hal tersebut terjadi karena kurangnya pegawasan dan pengenalan dari segenap pihak yang berperan. Mengapa saya menyebut semua pihak? Karena anak dibesarkan oleh banyak orang, tidak hanya oleh guru dan keluarga saja. Kesalahan yang sama dibiarkan dan tidak diberitahu yang benar, jadilah ketika rasa penasaran memuncak, hal-hal yang tidak baik yang dilakukan.
Intinya, kelulusan adalah terminal menuju ranah yang lebih tinggi. Patut disyukuri pastinya. Tapi cara untuk bersyukur ada yang lain kok yang lebih baik :)
Halo!
Wah! Rasanya udah lama sekali ngga nge-blog, dan thank God sekarang udah kesampaian lagi.. hahaha..
Yap, sebetulnya saya punya blog, tapi kalau dipikir-pikir, blog yang waktu itu rasanya jadi 'santapan' saya sendiri aja deh karena isinya masih sangat..gimana ya..jadilah saya buat blog ini.
Posting-posting di sini tentu sudah lebih sesuai dengan usia saya sekarang, pastinya tidak se'gimana' pada blog pertama saya dulu itu. Yang pasti, seperti halnya para blogger lainnya, saya sangat senang untuk share segala macem, tapi to make it not too public, sepertinya lebih baik di blog ini saja.
Bagi rekan-rekan blogger dan juga yang mampir dan mau memberi saran atau kritik bila membaca posting saya, atau sekedar tukar pikiran, silakan saja ke email saya, atau komen langsung.
Terima kasih :)
Yap, sebetulnya saya punya blog, tapi kalau dipikir-pikir, blog yang waktu itu rasanya jadi 'santapan' saya sendiri aja deh karena isinya masih sangat..gimana ya..jadilah saya buat blog ini.
Posting-posting di sini tentu sudah lebih sesuai dengan usia saya sekarang, pastinya tidak se'gimana' pada blog pertama saya dulu itu. Yang pasti, seperti halnya para blogger lainnya, saya sangat senang untuk share segala macem, tapi to make it not too public, sepertinya lebih baik di blog ini saja.
Bagi rekan-rekan blogger dan juga yang mampir dan mau memberi saran atau kritik bila membaca posting saya, atau sekedar tukar pikiran, silakan saja ke email saya, atau komen langsung.
Terima kasih :)
Subscribe to:
Posts (Atom)